Ajang balap untuk mengadu ketangkasan para pembalap Asia, yakni
AsiaRo ad Racing Championship (ARRC) kembali diselenggarakan di
International Sirkuit Sentul, Bogor, Indonesia. Dan, untuk kesekian
kalinya Dunlop menjadi sponsor utama balap motor Supersport 600cc
tersebut.

Boleh dibilang Dunlop dan ARRC tak bisa terpisahkan. Pasalnya, sejak kali pertama digelar di Indonesia, Dunlop selalu menjadi sponsor dalam menyediakan ban motor balap ARRC.”Dunlop sangat men-suport acara balap ARRC ini di Indonesia,” terang Hartono selaku Advertisment & Promotion Manager PT Sumi Rubber Indonesia.
Sepanjang tahun digelar, ARRC tak pernah sepi pengunjung. Hal ini seperti yang terlihat di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor Juni silam. Sirkuit yang biasanya sepi akan penonton, mendadak jadi lautan manusia. “Hajatan balap ARRC selalu dipadati penonton,” terang salah satu panitia asal Malaysia kepada Dunlop News.
Seperti tahun sebelumnya, suasana balap sejak pagi cukup panas. Ini bukan lantaran teriknya matahari, namun lantaran persaingan para pembalap di kelas Supersport 600 seri ke-2 ini cukup ketat.
M. Fadli, misalnya. Pembalap yang tergabung tim T.Pro Yuzy Honda NST ini terbukti sukses menggondol podium puncak di race pertama di kondisi trek yang licin.”Bicara setting memang diubah untuk menghadapi trek basah dan ternyata keputusan tim mengatur komposisi suspensi berbuah manis. Mampu melesat cepat di depan lawan.
Ban Dunlop GP Unbeaten 03 yang digunakan M.Fadli juga sangat mendukung perfoma Honda CBR600RR tunggangannya dari awal hingga akhir. “Saya sangat senang dengan ban Dunlop ini. Selain traksinya bagus, juga tidak licin dalam melibas setiang tikungan,” jelas M.Fadli yang saat itu berhasil menyabet juara pertama pada race pertama.
Pebalap berbakat Dimas Ekky Pratama menyabet podium kedua kelas Supersports 600cc race-2 dengan menuntaskan 16 lap selama 24:49.661. Sementara di kelas Asia Dream Cup (ADC) 250cc, Andi Farid Izdihar turut mencetak prestasi runner up pada race-2 dengan menuntaskan 10 lap yang ditempuh selama 19:33.761.
Podium ketiga ADC pun diduduki pebalap Honda Indonesia, Aditya Pangestu Hanafi, baik pada race-1 dengan waktu tempuh 19:00.649 maupun race-2 dengan waktu tempuh 19:34.744. Aditya Pangestu Hanafi juga mencatat sebagai pebalap tercepat ADC race-1 yang menuntaskan satu lap dengan waktu tempuh hanya 1:52.524.
Semua motor yang berlaga di kelas underbone 130cc (tune up) saat ini menggunakan ban Dunlop GP KR410. Dimana ban tersebut memiliki kualitas yang mumpuni.
Melalui pencapaian prestasi ini, hasil klasemen sementara pebalap Indonesia menunjukkan hasil memuaskan. Dimas Ekky Pratama menduduki posisi 5 besar ARRC kelas supersports 600cc, Aditya Pangestu Hanafi menempati 3 besar ARRC kelas ADC, dan Andi Farid Izdihar pada 4 besar ARRC kelas ADC.
Selain ketiga pebalap tersebut, pebalap Indonesia di kelas supersports 600cc pun diperkuat oleh pebalap Denny Triyugo. Pebalap-pebalap ini bertarung di bawah naungan tim Astra Honda Racing Team.
Namun sejumlah pembalap dari tim asal Indonesia, Thailand dan Malaysia mengatakan, ban Dunlop yang mereka gunakan sangat luar biasa. Traksinya ke aspal baik sekali, sehingga motor dapat dikendarai dengan sempurna.”Saya cukup puas menggunakan ban Dunlop. Hasilnya Anda bisa lihat sendiri, di sesi latihan maupun balap saya tidak mengalami kesulitan,” terang salah satu pembalap asal Thailand.
Boleh dibilang Dunlop dan ARRC tak bisa terpisahkan. Pasalnya, sejak kali pertama digelar di Indonesia, Dunlop selalu menjadi sponsor dalam menyediakan ban motor balap ARRC.”Dunlop sangat men-suport acara balap ARRC ini di Indonesia,” terang Hartono selaku Advertisment & Promotion Manager PT Sumi Rubber Indonesia.
Sepanjang tahun digelar, ARRC tak pernah sepi pengunjung. Hal ini seperti yang terlihat di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor Juni silam. Sirkuit yang biasanya sepi akan penonton, mendadak jadi lautan manusia. “Hajatan balap ARRC selalu dipadati penonton,” terang salah satu panitia asal Malaysia kepada Dunlop News.
Seperti tahun sebelumnya, suasana balap sejak pagi cukup panas. Ini bukan lantaran teriknya matahari, namun lantaran persaingan para pembalap di kelas Supersport 600 seri ke-2 ini cukup ketat.
M. Fadli, misalnya. Pembalap yang tergabung tim T.Pro Yuzy Honda NST ini terbukti sukses menggondol podium puncak di race pertama di kondisi trek yang licin.”Bicara setting memang diubah untuk menghadapi trek basah dan ternyata keputusan tim mengatur komposisi suspensi berbuah manis. Mampu melesat cepat di depan lawan.
Ban Dunlop GP Unbeaten 03 yang digunakan M.Fadli juga sangat mendukung perfoma Honda CBR600RR tunggangannya dari awal hingga akhir. “Saya sangat senang dengan ban Dunlop ini. Selain traksinya bagus, juga tidak licin dalam melibas setiang tikungan,” jelas M.Fadli yang saat itu berhasil menyabet juara pertama pada race pertama.
Pebalap berbakat Dimas Ekky Pratama menyabet podium kedua kelas Supersports 600cc race-2 dengan menuntaskan 16 lap selama 24:49.661. Sementara di kelas Asia Dream Cup (ADC) 250cc, Andi Farid Izdihar turut mencetak prestasi runner up pada race-2 dengan menuntaskan 10 lap yang ditempuh selama 19:33.761.
Podium ketiga ADC pun diduduki pebalap Honda Indonesia, Aditya Pangestu Hanafi, baik pada race-1 dengan waktu tempuh 19:00.649 maupun race-2 dengan waktu tempuh 19:34.744. Aditya Pangestu Hanafi juga mencatat sebagai pebalap tercepat ADC race-1 yang menuntaskan satu lap dengan waktu tempuh hanya 1:52.524.
Semua motor yang berlaga di kelas underbone 130cc (tune up) saat ini menggunakan ban Dunlop GP KR410. Dimana ban tersebut memiliki kualitas yang mumpuni.
Melalui pencapaian prestasi ini, hasil klasemen sementara pebalap Indonesia menunjukkan hasil memuaskan. Dimas Ekky Pratama menduduki posisi 5 besar ARRC kelas supersports 600cc, Aditya Pangestu Hanafi menempati 3 besar ARRC kelas ADC, dan Andi Farid Izdihar pada 4 besar ARRC kelas ADC.
Selain ketiga pebalap tersebut, pebalap Indonesia di kelas supersports 600cc pun diperkuat oleh pebalap Denny Triyugo. Pebalap-pebalap ini bertarung di bawah naungan tim Astra Honda Racing Team.
Namun sejumlah pembalap dari tim asal Indonesia, Thailand dan Malaysia mengatakan, ban Dunlop yang mereka gunakan sangat luar biasa. Traksinya ke aspal baik sekali, sehingga motor dapat dikendarai dengan sempurna.”Saya cukup puas menggunakan ban Dunlop. Hasilnya Anda bisa lihat sendiri, di sesi latihan maupun balap saya tidak mengalami kesulitan,” terang salah satu pembalap asal Thailand.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar